​ Perjalanan Ratusan Kilometer #2, Sampai di tujuan utama Penanjakan

Sesampainya di vila dari museum angkut kami langsung istirahat karena capek sekali berjalan mengelilingi museum angkut ditambah perjalanan dari Jogja-Batu yang belum hilang lelahnya, tetapi tidak terlalu melelahkan juga, mungkin karena hati gembira :D. Entah kenapa saya malah gulang-guling tidak bisa tidur, mungkin karena masih lapar atau gara-gara kedinginan, entahlah. Jam pun terus berjalan dan ternyata sudah jam 11.30 saatnya berkemas lagi menuju penanjakan sekalian cek out dari vila. Dengan mata yang masih lumayan ngantuk kami berjalan ke dalam mobil dan memulai perjalanan kembali.

Perjalanan kembali dilanjutkan, di pejalanan saya sempat bertanya ke Anas yang menjadi driver kami,
Saya: mas kok malam seperti ini masih ramai saja?
Anas: ini kan malam minggu mas, masih banyak anak muda yang keluar
Saya: oh iya ya, ini malam minggu baru sadar saya
Anas: ya sudah di lanjut tidur lagi saja mas, mungkin masih lelah mas
Jalan yang semula yang saya rasakan lurus saja sekarang menjadi berbelok kanan dan ke kiri, entah ini hanya khayalan saja atau memang benar, karena gelap dan saya juga setengah sadar entahlah saya kembali tidur kembali. Tiba-tiba mak deg di pundak saya, setelah tengok kanan dan kiri tidak ada apa-apa tidur lagi (semoga tidak basah 😀 ). Tidak tersa kami sudah sampai di plataran bromo tempat untuk menyewa jeep yang akan membawa kami ke penanjakan. kendaraan kami berganti dari mobil menjadi jeep.
Perjalanan kembali di lanjutkan, perjalan kali ini saya hanya tidur saja di dalam jeep mungkin karena masih kantuk, tetapi baguslah seenggaknya saya tidak mabuk kalau tidur. Tiba-tiba di suruh bangun karena sudah sampai, dan ternyata macet. Kata bapaknya, “sampai sini saja ya mas, kalau mau ke penanjakan bisa naik ojek saja, saya menunggu disini”, oke pak terimakasih. Tetapi bukan naik ojek, kami malah naik bukit untuk melihat sunrise, mugkin karena belum tahu dan masih kantuk, setelah naik beberapa puluh meter kami kembali ke bawah dan mencari ojek untuk menuju penanjakan.
 
Perjalanan kembali dilanjutkan, sekarang kami menggunakan ojek untuk sampai di penanjakan dengan tarif 70.000 untuk 2 orang (setelah tawar menawar). Jalan menuju pananjakan ternyata lumayan jauh juga, (lumayan tadi kalau jalan kaki), tetapi di perjalanan kami juga meliahat beberapa jeep dan orang yang berjalan, kata banapknya, “kalau mau pakai jeep ke penanjakan harus sampai di pos (tempat berhentinya jeep saat macet) sebelum jam 3 agar bisa mendapat urutan pertama”, maaf ya mas lagi perbaikan jalan jadinya macet seperti itu, tambah bapaknya. Sampailah kami di penanjakan dan tempat untuk melihat pagi sejuta umat, akhirnya sampai juga saya disini, berarti sekarang sudah sah saya sudah ke bromo.
Ternyata saya bukan orang pertama yang sampai disini, saat saya sampai sudah banyak sekali orang disini mulai dari wisatawan domestik sampai mancanegara. Bagimana ini mlihatnya, semburat jingga juga sudah terlihat di timur. Pada akhirnya kami dapat tempat juga untuk melihat bromo dari lokasi seribu umat ini. Ternyata memang indah sekali lokasi ini untuk menikmati pagi, pantas saja banyak wisatawan yang sudah berada sedari tadi kedinginan menunggu disini. kalau kata anak-anak kekinian, “ternyata memang indah sunraise di pananjakan pagi ini, dan ternyata lebih indah jika aku melihatnya bersama kamu” #eaaa. Setelah merasa puas dan harus bergantian dengan wisatawan lain melihat indahnya ciptaan tuhan, kami kembali ke jeep dengan mengojek bapak yang membawa kami kesini, dan dengan tawar menawar lagi kami akhirnya kami setuju di harga 50.000 untuk 2 orang.
Perjalanan kembali dilanjutkan, sekarang kami menggunakan jeep lagi untuk turun mengunjungi, pasir berbisik, bukit teletubis, kawah gunung bromo, dan pure. Dikarenakan kami sudah terlalu lelah untuk mengunjungi semuanya, jadi kami hanya ke bukit teletubis dan pasir berban eh pasir berbisik, lha banyak sekali bekas bannya :D. Akhirnya perjalanan kami ke bromo berakhir sesampainya jeep di plataran bromo tempat kami berganti mobil ke jeep.
Perjalanan kembali dilanjutkan, walaupun liburan sudah berakhir kami harus kembali ke stasiun kediri untuk menejar kereta untuk kembali ke keseharian kami. Sebenarnya saya lebih suka untuk mampir ke Semarang baru lanjut ke Jogja, tetapi karena tiket ke Semarang sudah habis ya apa boleh buat, daripada tidak dapat tiket, dan disitulah terkadang stasiun menjadi tempat yang menyebalkan. Terimakasih dan sampai jumpa di perjalanan ratusan kilo meter selanjutnya…
enjoy your trip…
travel note:
– untuk kepenanjakan menggunakan mobil datanglah lebih pagi, minimal jam 3 pagi
– tarif ojek tidak bisa di perkirakan, tapi saya rekomendasikan untuk menawar
– tarif jeep adalah 700 ribu per jeep, jadi jika hanya sedikit ya harus bayar 700 ribu dan maksimal orang perjeep adalah 7 orang.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s