Bledak dan Wedang Kekep, apakan setelah minum akan berasa di peluk?

Bledak mungkin masih asing di telinga anak-anak kekinian, hidangan tradisional yang kini hampir punah dan sudah lumayan sulit ditemui atau ditemukan.

Ari: Gung, sudah pernah mencoba bledak?
Saya: belum mas, apa itu?
Ari: makanan khas dari Gunungkidul, rasanya enak lho πŸ™‚
Saya: loh iya kah? belinya dimana mas?
Ari: di warung samping gerojogan lepo, tau kan? oh iya, kalau mau kesana lebih baik weekend saja karena, tidak setiap hari buat ibuknya. jangan lupa juga kalau makannya bledak minumnya wedang kekep yo :D.
Saya: siap mas nanti weekend aku tak kesana :D, terimakasih infonya mas.

Berawal dari rasa penasaran akhir pekan ini saya berangkat menuju gerojogan lepo. Menurut saya yang membuat saya penasaran sebenarnya itu wedang kekepnya bukan bledaknya. kenapa membuat penasaran? ini yang membuat saya penasaran, apakan pembuatan wedangnya dengan dikekep, atau malah setelah minum wedang ini kemudian di kekep (dipeluk). Sesampainya di sana ternyata sudah berbeda dengan pertama kali saya ke lepo beberapa tahun lalu.

Jalan turun ke air terjun sudah lebih baik, sekarang sudah disemen tetapi masih ada tangga yang menyenangkan untuk sampai ke air terjun. Sampai di air terjun juga sudah ada beberapa warung, di perjalanan turun tadi juga ada beberapa warung. mungkin karena akhir pekan jadi lumayan rame air terjun lepo ini, saya kaget kenapa anak-anak usia sd yang disini saat jam sekolah, saya bertanya kepada mereka, kok gak sekolah dek”, “masih libur kak” jawab mereka serentak (kak??? mungkin mereka terlalu sering masuk ke minimarket ini). Saya berkenalan dengan mereka, satu persatu mereka memperkenalkan diri, saya dika, ini Adan, Eka, dan ini Buluk (karena dia paling hitam) ayo kak sini, “seger lho airnya, kalau tidak bawa celana ganti sewa warung atas saja” tambah buluk. hayok temenin sewa celana diatas.

saya malah seperti melihat secara live acara anak disalah satu stasiun televisi yang sering main kehutan dan membantu ibu. Menurut saya, menyenangkan melihat anak-anak keil masih bermain seperti itu, yang sekarang sudah jarang. Jadi ingat masa kecil saya dulu :D.

Puas bermain air, saya pindah ke warung untuk mengisi perut dan mencoba wedang kekep, tapi sebelumnya berpamitan dengan si bolang tadi. Setelah menunggu beberapa saat pesanan saya sampai juga, bledak dan wedang kekep. Penasaran saya tentang wedang kekep terjawab sudah, ternyata memang benar setelah minum beberapa teguk wedang kekep, ada rasa pelukan hangat oleh serei, jahe, daun pandan, kayumanis dan kapulaga yang bergabung menjadi satu, pas sekali setelah basah-basahan di air terjun minum wedang kekep.

Sedangkan Bledak dihidangkan dengan sambal pedas, sayur lombok ijo, tempe goreng, ikan wader, kenikir. Penyajiannya sendiri di atas tampah dari anyaman bambu berbentuk bulat yang mambuat lebih instagramable. Mari sarapan.. :D. Untuk rasanya, em… silahkan di coba sendiri ya :d. Berapa semuanya buk? satu paket 13 ribu saja mas kalau lauknya ikan, kalau ayam 15 ribu saja, jawab Bu eeng.

Enjoy Your Trip πŸ˜€

travel note:
– Jika mau mencoba wedang kekep dan bledak saya sarankan datang saat akhir pekan, kalau hari biasa belum tentu ada.
– satu paket = nasi bledak dan wedang kekep
– jangan lupa membawa pakaian ganti, rugi rasanya jika sudah sampai sini tidak mandi. tapi jika tidak membawa ganti ada penyewaan celana.

Advertisements

2 thoughts on “Bledak dan Wedang Kekep, apakan setelah minum akan berasa di peluk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s