Jalan-Jalan Ramadhan (2): Bubur Lodeh, Menu berbuka Puasa Khas Masjid Sabiilurrosyaad

Tidak terasa sudah mendekati pertengahan bulan ramadhan, dan baru satu artikel yang saya buat. Jalan-jalan dan berbuka dimana lagi sore ini? mungkin sore ini berbuka puasa di Masjid Sabiilurrosyaad, dengan menu yang sudah turun-temurun sejak zaman walisongo.

Setelah mandi sore saya berangkat menuju Masjid Sabiilurrosyaad yang berada di Wijirejom Pandak, Bantul, Yogyakarta. Sedikit lebih santai perjalanan saya kali ini karena tidak harus menari lokasi masjidnya karena ini adalah kunjungan ke dua saya ke Masjid Sabiilurrosyaad, tetapi namanya juga manusia tempatnya lupa, jadi sempat salah belokan juga saya, dan harus bertanya untungnya salahnya tidak terlalu jauh dari masjid :).

Sesampainya di Masjid Sabiilurrosyaad ternyata masih sepi jamaah, maklum juga masih jam segini, tetapi di samping masjid sudah banyak ibu-ibu yang menyiapkan masakan untuk berbuka. saat saya sampai disini semuanya sudah siap. Masak buburnya sudah dari jam 1 tadi mas, sekarang tinggal menata di piring saja mas, tambah salah satu ibuk-ibuk yang memasak.

Hari semakin sore, jamaah juga sudah pada mulai berdatangan. Hari jumat memang berbeda dibandingkan dengan hari biasanya, mungkin karena hari spesial. Dihari jumat jamaahnya lebih banyak karena ada bapak-bapak serta ibu-ibu, sedangkan hari biasa hanya anak-anak saja, dan sayur pelengkap bubur juga lebih banyak saat hari jumat.

Di masjid jemaah mulai penuh, sementara disamping ibuk-ibuk mulai sibuk lagi untuk mempersiapkan dan menata piring. Menu hari ini adalah ada telur, kerecek, bakmi, dan tentu saja bubur yang menjadi ciri khas buka bersama disini.

Teh manis dan pisang mulai dikeluarkan, kemudian bubur juga dihidangkan untuk jamaah. Tidak lama setelah bubur dihidangkan, Bunyi bunyi beduk terdengar menandakan waktu berbuka puasa. Selamat berbuka puasa bagi yang merayakan, selamat makan :D.

Ternyata tidak hanya sekedar untuk berbuka puasa, ada filosofi dan pesan yang hendak disampaikan para wali melalui tradisi menyantap bubur lodeh ini:
1. Bubur berasal dari kata bibirin yakni bahwa masjid harus menjadi sumber dan pusat kebaikan dan hal yang bagus bagi umat.
2. Beber, artinya membeberkan, menjelaskan, menerangkan ajaran (islam) yang waktu itu di sampaikan oleh Kanjeng Panembahan Bodho pada masyarakat. Hal ini dapat di pahami bahwa pada zaman dahulu makanan merupakan salah satu sarana dakwah.

3. Babar, meratakan ajaran islam ke seluruh lapisan masyarakat , yakni ajaran agama Islam itu juga harus babar bisa berlaku untuk semua kalangan tua, muda, besar, kecil.
4. Bubur artinya menyatu, harapanya di masjid ini ajaran agama Islam bisa menyatu dengan masyarakat atau umatnya.

Enjoy Your trip

“salah satu waktu yang baik untuk berdoa adalah saat menjelang berbuka puasa”

 

Cerita lain jalan-jalan ramadhan:

 

Advertisements

One thought on “Jalan-Jalan Ramadhan (2): Bubur Lodeh, Menu berbuka Puasa Khas Masjid Sabiilurrosyaad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s