Jalan-Jalan Ramadhan (1): Kicak, Jajanan Khas Ramadhan dari Pasar Sore Ramadhan Kauman

Bulan Ramadhan akhirnya datang juga, sudah saatnya untuk berpuasa lagi bagi yang beragama muslim dan, saatnya pasar-pasar tiban bulai bermunculan, tradisi-tradisi khas ramadhan juga yang bikin kangen. Ramadhan ini membuat buat artikel apa ya? mungkin tentang tradisi-tradisi ramadhan di sekitar Jogja seru sepertinya :).

Sore ini berhubung saya sedang kosong, tidak ada kerjaan dan dari pada dirumah lebih baik jalan-jalan mencari bahan untuk membuat artkel tentang ramadhan, Pasar Sore Ramadhan Kauman seru sepertinya. Berangkatlah saya menuju Pasar Sore Ramadhan Kauman. Jarak rumah dengan pasar Ramadhan kampung kauman kurang lebih 20 menit dengan kendaraan bermotor ketika tidak macet, maklum sore-sore seperti ini banyak yang pulang kantor ditambah dengan para pencari buka :D.

Singkat cerita sampailah saya di Pasar Sore Ramadhan Kauman. Menarik dan fotogenik juga Pasar Sore Ramadhan Kauman, di pintu masuk saja sudah dihiasi dengan caping-caping yang di warnai sekaligus digantung. Pasar Sore Ramadhan Kauman sebenarnya merupakan gang yang berukuran kurang lebih 2 meter yang di sulap menjadi pasar sore ketika ramadhan datang.

Setelah masuk banyak sekali makanan yang membuat pengen, mulai dari minuman, camilan, makanan berat maupun ringan ada semua disini. Tetapi yang saya cari sekarang adalah kicak. Kicak merupakan makanan tradisional yang hanya ada saat ramadhan dan menjadi salah satu ciri khas dari Pasar Sore Ramadhan Kauman.

Kicak terbuat dari jaddah (ketan yang ditumbuk halus), gula pasir, parutan kelapa, pandan, vanili, dan potongan nangka, kemudian semua bahan dicampur dan dikukus. Menurut cerita kicak pertama kali dibuat oleh Mbah Wono, sebenarnya nama kicak bukan berasal dari Mbah Wono melainkan dari pengunjung yang tidak sengaja menyebut nama itu dan kemudian makanan ini terkenal dengan nama kicak. Selain kicak saya juga membeli mentok (bukan hewan tapi makanan yang kebetulan namanya sama dengan nama binatang)

Selesai sudah jalan-jalan saya di Pasar Sore Ramadhan Kauman hari ini, sudah saatnya untuk pulang. Tetepi tanggung juga kalau pulang hanya dapat jajanan saja, mungkin akan lebih afdol jika sejenak mampir ke Masjid Gede Kauman untuk berbuka puasa dan mengisi batin dengan mendengarkan ceramah.

“lebih baik berbuka puasa di masjid seperti ini, lebih jelas dan dapat ilmu. Daripada berbuka puasa di jalan atu berseliweran di jalan lebih banyak hal buruknya daripada hal baiknya” salah satu isi dari ceramah tadi. benar juga kata pak ustad tadi, dapat kurma, nasi ayam, sayur asem-asem dan teh manis gratis pula :D.

travel note:
– lebih baik jalan sampai ujung dahulu sebelum membeli, karena banyak pedagang yang menjajakan makanan yang enak-enak. Gang ini tidak terlalu panjang juga, lumayan lah buat olahraga :D.

Cerita lain jalan-jalan ramadhan:

Advertisements

3 thoughts on “Jalan-Jalan Ramadhan (1): Kicak, Jajanan Khas Ramadhan dari Pasar Sore Ramadhan Kauman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s