Pengmatan Hujan Meteor Lyrid di Pantai Ngerawah

Malam memang akan selalu indah untuk di abadikan apa lagi saat hujan meteor. Pantai sepertinya lokasi yang untuk mengabadikan hujan meteor lyrid yang puncaknya adalah malam ini.

Pagi ini saya harus lebih pagi karena harus besiap packing untuk memikmati langit malam ini, saya juga harus menjemput Ani yang mau ikut pengamatan hujan meteor lyrid malam ini. sampai rumah kembali dan sudah bersama Ani, tidak berselang Ratri dan Huda juga sudah sampai di rumah saya yang kebetulan menjadi titik kami bertemu. Saya dan Huda mulai packing dan mengecek apa saja yang harus dibawa dan apa saja yang kurang. untungnya semuanya sudah siap, jadi tinggal di masukan saja ke dalam tas.

Sesampainya di Pantai Ngerenehan kami memarkirkan kendaraan dan istirahat solat. Berhubung kami lupa berhenti membeli makan untuk makan siang di pantai. Setelah pesanan kami jadi kami melanjutkan perjalnan ke Pantai Ngerawah. Cuaca siang ini tidak terlalu panas, mungkin gara-gara sedang mendung. Tidak di sangka sangka ketika kami menyapa ibuk-ibuk petani yang sedang memanen kacang kami diberi kacang dan kelapa muda… Wihhhh segerrrr…Terimaksaih buk….

Sesampainya di pantai kami membagi tugas, ada yang mencari kayu bakar untuk api unggun dan ada yang mendirikan tenda. Tenda selesai di buat kayu bakar juga sudah terkumpul, saat ya adalah sarapan…. Menu kali ini adalah ikan goreng, lalapan, sambal yang membuat mata semakin melek dan tidak lupa kelapa muda dari ibuk yang baik tadi… Mari makan….

Gelap mulai datang, hujan mulai turun membasahi bumi. Ada beberapa hal yang mengharuskan kita untuk memperbaiki tenda agar air tidak masuk ke dalam tenda. Segala usaha dilakulan untuk itu. Untuk menghilangkan rasa bosan karena di luar sedang hujan kami bermain abc lima dasa yang kalah hukumannya adalah memilih jujur atau melakukan hal yang diminta. Mulai dari nama binatang, negara, artis, dan mulai dari pertanyaan tidak jelas, asmara bahkan saya juga sempat di suruh menyanyi karena memilih hukuman. Entah kenapa malam ini menjadi lebih menyenagkan dan lebih panas.

“Selalu akan ada hal yang menyenangkan di balik hal yang kurang menyenangkan”

Malam semakin larut, hujan juga belum reda, mungkin Tuhan meminta kami untuk lebih banyak beristirahat.  Semalat malam, semoga malam yang tertutup awan segera berganti dengan bintang bintang yang bertaburan. Selamat tidur dan selamat malam.

Sekitar pukul 2 pagi saya keluar untuk melihat apakah bintang sudah terlihat atau belum. Almamdulilah langit sudah tidak semendung tadi, lumayan banyak bintang yang bisa kami lihat diarah tenggara. Saya masuk ke dalam kembali dan mengambil kamera tidak lupa membangunkan Ani. Huda juga membuat api untuk sekedar menghangatkan badan. Hujan meteor juga terlihat walaupun tidak ada satupun yang bisa di tangkap oleh kamera. Awan dan gerimis kembali datang , kami masuk kembali ke dalam tenda untuk merajut mimpi-mimpi yang terputus tadi.

Entah kenapa malam ini saya tidak bisa tidur apakah gara-gara Huda yang bernyanyi kencang (gorg, grog, grog), atau malam ini terlalu romantis? karena diluar gerimis dan daftar lagu di ponsel pintar saya kebetulan romantis. Berhubung suasana sedang enak, malam ini saya habiskan dengan menulis puisi agar seperti Rangga.

Selamat pagi… Pagi, pagi ini kamu indah sekali pagi, walaupun saya bangun telat dan sunrise juga sudah lewat. Bahagia sekali saya pagi ini…. saya kembali mengambil kamera yang masih ada dalam drybag, kemudian mengambil beberapa gambar untuk update blog.

Harapan hanyalah sebuah harapan ketika Tuhan tidak merestui, harapan kami untuk sarapan dengan sepageti pupus sudah ketika air laut sampai di tempat kami memasak, utungnya kompor masih bisa menyala setelah terendam air laut dan pasta kami sudah kemana-mana, jadi menu sarapan kami sekarang adalah teh manis,  roti bakar yang sedikit gosong, dan pemandangan indah di depan.

Matahari semakin naik, mungkin sudah saatnya untuk bongkar tenda dan kembali lagi ke rutinitas masing-masing.  Tetapi sebelum tenda di bongkar kami berfoto bersama dulu agar tidak hanya kisah  saja yang di ceritakan tetetapi ada juga foto untuk di tunjukan.

Walaupun pengamatan malam ini kurang berhasil karena malam lebih banyak berawah daripada cerah, total kami hanya melihat 5 meteor malam ini. Walaupun pengamatan malam ini kurang berhasil tetapi tetap menyenangkan, sampai jumpa tahun depan Lyrid 🙂 .

mungkin perjalanan pulang akan saya ceritakan lain waktu 😀

enjoy your trip…

ada beberapa hal yang tidak bisa di katakan dan akan selalu ada keindahan yang tidak harus di abadikan dengan kamera

travel note:


  • jika ingin camping di ngerawah, saya lebih merekomendasikan jalan siang, karena masih banyak warga sekitar yang bisa di tanya kemana arah pantai ngerawah.
  • jika mendirikan tenda pilih di area kanan pantai yang leboh linggi, karena walaupun jauh air juga bisa sampai di sana.
  • bawalah sampah pulang
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s