Gumbregan, Ucapan Syukur Untuk Ternak

Jogja memang banyak sekali upacara-upacara adat maupun ritual adat yang masih terjaga dengan baik. salah satunya adalah gumbregan atau biasa disebut dengan sedekah ternak, apakah gumbregan? Sebenarnya saya tidak tahu apa itu gumbregan, awalnya saya tahu dari de Stefanus yang membuat postingan tentang gumbregan, beruntungnya salah satunya diadahkan hari ini. Saya langsung mennghubungi de Stefanus, menanyakan dimana itu dan kapan?, pesan saya ternyata cepat dibalas arahannya adalah “Dari bundaran Siono nanti belok kanan ke arah  Baron. Perempatan lampu merah pertama belok kanan. Ada org desa sana yg siap mengantarkan kog”, oke mas saya berangkat.

Jam dua lebih beberapa menit saya berangkat dari Banguntapan. Sebenarnya agak sedikit malas berangkat karena hujan yang lumayan deras baru saja turun, tetapi berangkat saja ini kan tradisi yang mungkin sekarang sudah jarang.  berangkatlah saya…. Hujan lumayan lebat menemani saya sampai di Pasar Piyungan lama, setelah itu hujan menghilang. Saya sempat berhenti di minimarket yang berwarna merah, biru, dan kuning untuk membeli minum dan sekedar bertanya kemana arah desa Samiran. kemudian saya jalan lagi… Berhubung smartphone saya batrainya habis dan harus diisi,  sedangkan desa samiran itu ada 1,2, dan 3 mari kita gunakan gps lokal. Setelah bertanya ke beberapa orang dimana dan yang terakhir sempat di anter adek-adek yang sedang berburu ketupat, akhirnya saya sampai di rumah Mbah Darmo.

Sambil menunggu dimulainya acara Mbah Darmo bercerita kepada saya tentang apa itu Gubregan, dari beliau saya tahuh bahwa gumbregan itu adalah  ritual hanya dilakukan oleh masyarakat Gunungkidul yang memiliki hewan ternak. Ritual Gumbregan diadakan setiap tujuh bulan sekali, yakni pada waktu Wuku Gumbreg (kalender Jawa), ada juga cerita tentang  peringatan Nabi Sulaiman yang telah merajai seluruh binatang, wujud rasa syukur kepada Tuhan. tambah Mbah Darmo  “dahulu sebenarnya gumbregan ini untuk yang menggembala ternak, tetapi sekarang sudah jarang di temukan yang seperti itu ya di diganti dengan anak-anak kecil”.

Anak-anak mulai berdatangan membawa tas plastik yang sudah berisi ketupat, tidak lama kemudian Mbak Darmo masuk dan mengeluarkan ubo rampe kendurian, seperti nasi, sayur, ketela, dan tidak lupa sajian yang wajib yaitu  ketupat. Setelah anak-anak duduk rapi di halaman rumah Mbah Darmo. Acara dimulai, diawali dengan doa kemudian anak-anak yang datang makan bersama dan diakhiri dengan pembagian ketupat kepada anak-anak yang datang. Setelah itu Mbah Syukiyah istri Mbah Darmo pergi ke kandang untuk memberi makanan ternak dengan sego intil dengan harapan supaya ternak mereka bertambah banyak. Sebelum memberi makan, kepala ternak diusap dengan injet. Setelah semua ritual selesai saya diminta mencoba hidangan tadi, senangnya… Saat makan, smartphone saya bergetar, ternyata pesan dari Mas Stefanus yang sudah sampai di Siraman 3 dan acara gumbregan disana belum mulai, “loh ternyata bukan hanya disini saja to”. Setelah menyelesaikan makan saya berpamitan dan menuju Samiran 3.

Mari makan lagi eh melihat lagi gumbregan di Siraman 3. Akhirnya saya sampai di rumah Bapak Saliman walaupun tadi sempat ke bablasan dan di jemput oleh “mbak-mbak”. ternyata setelah sampai di sana acara sudah di mulai, tetapi masih ada kenduri dan pembagian ketupat, mari motret lagi, bedanya dengan yang tadi adalah disini diadakannya didepan kandang ternak, mungkin ini lebih menerik untuk difoto… haha. Setelah selesai anak-anak pulang dan kembali ke rumah masing-masing atau masih keliling lagi mencari yang ada Gumbregan.  Setelah anak-anak pulang saya juga ikut pamitan pulang karena sudah sore dan Banguntapan juga masih lumayan jauh. Terimakasih untuk informasi acaranya De Stefanus dan terimakasih mie ayamnya De Basuki, semoga sisa umurnya tambah berguna untuk sesama. hhehehehe

Enjoy Your Trip

Travel Note:

acara gumbregan di Desa samiran ini diadakan perrumah, jadi bukan seperti asumsi awal saya yang dikumpulkan menjadi satu tempat. Jadi jika kelewatan disatu rumah, bisa mencari lagi dirumah yang lain yang mengadakan gumbregan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s