Hutan Pinus Pangger, Tempat Hits Baru di Jogja

Tidak ada habisnya memang wisata di Jogja, setiap hari selalu ada wisata baru. Sebagai contohnya adalah Pinus Pangger yang baru hits beberapa bulan ini. Sore ini berhubung ada waktu yang lumayan kosong, saya berencana untuk menikmati senja di Pinus Pangger. Semoga saja sore ini cerah soalnya beberapa hari ini Jogja kalau sore selalu diguyur hujan. Setelah semua siap saya berangkat, saya memilih jalur yang lebih dekat yaitu, Banguntapan, Pleret, Wonolelo, kemudian Cino Mati, lurus terus kemudian perempatan pertama kiri, kalau ke kanan sampai puncak becici, kalau lurus bisa sampai air terjun lepo, dari situ lurus saja kurang lebih 1km, dan sampailah saya di Pinus Pangger.Setelah membayar 4000 untuk masuk dan biaya parkir, saya masuk. Ternyata untuk sampai ke tempat yang lagi hits butuh perjuangan, karena naiknya lumayan… Hehehe. Diperjalanan, juga ada sarang yang kekinian tetapi bukan yang ini, karena di foto-foto di instagram ada lampu-lampu kotanya. Jalan lagi saya, akhirnya saya sampai ditempat yang kekinian, tetapi belum kelihatan lampu-lampu kotanya karena masih sore, golden hour saja belum terlihat. Sedikit was-was juga saya karena mendung hitan berkumpul diatas, tetapi selalu ada keindahan yang di tunjukan Tuhan kepada saya, merapi terlihat dengan gagahnya di sebelah utara. Saya segera memasang kamera di tripot kemudiann seting-seting untuk membuat timelapse, lumayan untuk menunggu sunset .

Awan hitam sdikit sedikit menghilang ditiup oleh angin. Akhirnya matahari kembali ke peraduan juga, tapi sayangnya tertutup oleh awan, yahhh. Tetapi blue hour datang dengan keindahannya, terimakasih Tuhan. Udara dingin mulai teras, saya berpindah lokasi ke tempat yang hits, ternyata untuk berfoto harus antri, karena lumayan banyak juga yang sudah sampai. Giliran saya tiba juga, berhubung saya datang kesini sendiri ya, terimakasih mas sudah mau memencet tombol shuter kamera saya.

Udara semakin malam semakin dingin, warung juga sudah mulai buka kembali, mungkin kopi hitam pas. Kalau saya terlalu lama kedinginan, saya bisa berubah menjadi agar-agar nanti. Kopi sudah ada di atas meja dan siap untuk disruput…. Sruppppp…. Nikmatnya… Berhubung ada teman yang mau nyusul ke Pinus Pangger saya  menunggu di warung, lumayan tidak kedinginan. Sebenarnya sambil update blog juga, mumpung lagi mood menulis. Malam semakin malam dan temen saya belum datang juga,  ya sudah, saya pulang karena perjalan pulang juga serem, gelap dan jalannya turun naik. Mungkin teman saya sudah datang tetapi disini susah signal ya bisa jadi…

Enjoy your trip

Tambahan: Untuk jalan pulang sesuai rekomendasi mas-mas yang ada diloket masuk, saya memilih lewat patuk karena sudah malan dan jika lewat cino mati sepi dan jalannya juga horor. “Nanti tinggal lurus saja mas sudah sampai jalan wonosari” tambah salah satu penjaga loket. Baru tahu saya kalau lewat patuk, lewat watu amben juga, ternyata ini tembusannya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s