Sepedaan Ke Candi Abang

_ag78132Hore minggu pagi kemarin akhirnya saya bisa bersepeda kembali. Sebenarnya sudah sedari kemarin pengen sepedaan tetapi baru terlaksana pagi ini. Pagi ini saya akan bersepeda dengan Huda, sebenarnya dengan Agus juga, tetapi tidak jadi karena kemarin di hubungi Huda, Agus sudah ada acara, ya sudahlah.

Pagi ini kami akan bersepeda ke Candi Abang yang berada di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman Yogyakarta. Rencananya kami janjian dirumah saya pagi jam 5.15, tetapi apadaya “mungkin” ngaret sudah menjadi budaya di Endonesia, Huda sampai dirumah saya jam 6.15 ya sudahlah. Sebenarnya saya juga baru bangun :D. Setelah cuci muka, bersiap-siap dan tak lupa menyemprot badan dyngan parfum, karena air terlalu dingin pagi ini dan saya juga berdoa tidak ada bidadari yang berjatuhan ataupun mendekat ke saya seperti iklan parfum yang saya pakai ini. Kami berangkat….

_ag78126Cuaca pagi seperti sangat enak untuk bersepeda, selain udara masih segar, belum ramai, juga belum banyak asap kendaraan yang berkeliaran. Banyak sekali yang bisa dilihat kalau bangun lebih pagi contohnya bapak-bapak yang pergi ke sawah ataupun keluarga yang sedang sepedaan bersama dll. Tidal terasa ternyata kami sudah sampai di perempatan kidsfun, dari perempatan itu kami mengambil arah ke kanan dan jalan sudah mulai ramai, kemudian setelah pom ke dua dari perempatan tadi kami ambil arah ke kiri, di track ini kami di suguhi pemandangan persawahan hijau yang luas, di sebelah kanan juga ada pegunungan seribu, merapi juga terlihat dengan gagah, tetapi kami juga harus melewati kandang sapi yang baunya….. Di perempatan kedua kami ambil kanan,  kami beristirahat sebentar disini, Huda juga memakai kacamatanya, katanya “biar kelihatan keren aja di foto kalau dimasukin blog :D”. Saat berhenti kami di ting-ting (suara bel sepeda) oleh rombongan berseragam ijo-ijo.

_ag78130
S.E.M.A.N.G.A.T
_ag78142
tuntuners 😀

Mungkin rombongan ijo-ijo itu juga mau ke Candi Abang juga karena mereka belokannya ke arah Candi Abang. Kami berjumpa dengan mereka kembali saat jalan menuju Candi Abang mulai menanjak. Mungkin karena sudah terbiasa mengayuh sepeda atau bagaimana, mereka lancar-lancar saja kelihatannya. Sementara itu Huda sudah berubah manjadi tuntuners. Kami pun sampai di parkiran Candi Abang.

_ag78143

_ag78144

_ag78146
bahaya ini gorengan. pagi-pagi, kebul-kebul, dan mash hangat… sarapan….

Kami bergabung dengan rombongan ijo-ijo tadi, yang sudah sampai duluan di sana, dan sedang beristirahat diwarung. Saya pun mendekat dan bertanya, “darimana mas?”, “Imogiri mas” jawab salah satu dari mereka. Sampai pada akhirnya ada yang bertanya “kenapa mas kok di tuntun tadi?, “Ini mas gear nya agak bermasalah yang belakang” tambah Huda. Salah satu dari mereka memanggil temannya yang ternyata juga mempunyai bengkel sepeda, mereka langsung melihat dan memperbaiki sepeda Huda. Sampai pada akhirnya  “Mas coba turun lagi dan naik lagi angap saja sebagai tes drive” tambah masnya. Kami pun hanya tertawa mendengar celotehan masnya. Kami cukup lama mengobrol dengan rombongan ijo-ijo ini, tak terasa pula sudah beberapa orang yang turun serta naik  Candi Abang, “ternyata banyak juga ya yang kesini” gumam saya dalam hati, ternyata kendaraan yang berada di parkiran tidak bisa menjadi patokan berapa banyak orang yang ke candi.

_ag78150Setelah selesai dengan sepeda dan sedikit cemilan, membeli air mineral untuk bekal naik nanti, dan membayar administrasi Rp 2000.00 persepeda kami akhirnya mulai melanjutkan menggenjot sepeda (saya sih jalan kaki ke atasnya). Dari sini kami berpisah dengan rombongan ijo-ijo dan lebih banyak memotret sekaligus narsis didepan kamera, sebenarnya menunggu di candi sepi juga.

_ag78311

_ag78236Ternyata  lama juga kami photo-photonya, sampai-sampai rombongan ijo-ijo tadi turun. Tujuan rombongan ijo-ijo ini selanjutnya adalah rumah teletabis di Piyungan dan tujuan kami adalah naik ke candi. Semoga sudah sepi diatas sudah tidak ramai. Sampai di atas memang sudah sepi hanya tinggal ada beberapa pengunjung. photo-photo lagi diatas. Tapi jangan kaget kaget kalau ke Candi Abang ada beberapa kambing yang sedang makan rumput disana, karena beberapa warga disini anggon wedus  dikompleks Candi Abang. Mungkin beberapa masyarakat di Endonesia masih bermental tempe kalau masalah liburan, sudah dsediakan tempat sampah eh malah dibuang sembarangan, hadehhh_ag78380

_ag78396Rencananya setelah dari Candi Abang kami mau photo-photo di Kota Gede tetapi berhubung batrai kamera  habis gara-gara charger rusak, jadi kami memilih untuk meneruskan perjalanan ke warung soto dan selanjutnnya melanjutkan perjalanan ke rumah, kemudian berjalan ke hati kamu #eaaa

_ag78160Life is like riding bicylcle. To keep your balance you must keep moving.

Enjoy your trip 😀

Advertisements

3 thoughts on “Sepedaan Ke Candi Abang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s