Gunung Stlerep, Keindahan di Ketinggian 2005 Mdpl

sigandul-3Saya jam 6 sudah siap berangkat ke jembatan Layang Janti lalu tracking ke Gunung Stlerep, Sebenarnya ini merupakan perjalanan yang amat sangat mendadak karena baru tadi malam kami rencanakan dan pagi harinya langsung jalan. Di Jembatan Layang Jant saya sudah ditunggu Linda dan temannya yang saya lupa namanya, ternyata yang akan mendaki kali ini hanya Saya dan Linda, sebenarnya sudah mengajak yang lain juga tetapi mungkin gara-gara rutinitas ataupun dadakan jadinya mereka tidak bisa ikut, saya juga sudah mengajak kamu, tapi kamu juga tidak bisa 😦 .

img_8876

Perjalanan dimulai…

Setelah dari Jembatan Layang Janti kami berangkat menuju persewaan barang outdoor yang berada di timur Candi Mendut untuk menyewa kompor dan nesting, setelah semuanya ada kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Temanggung tapi kami harus berhenti dulu di mini market untuk membeli gas karena tadi dipersewaan gasnya habis. Berangkat lagi kami melewati Temanggung, Parakan, Waleri, Ngadirejo, Candirejo, Dadapan, kemudian sampailah kami di Desa Cemoro setelah itu kami sampai basecamp Stlerep via Dadapan (diperjalanan kami banyak bertanya ke beberapa orang yang kami temui dijalan arah menuju sigandu). Sebenarnya jalur pendakian ada dua yaitu Dadapan dan Bulu tetapi kami memilih jalur dadapan karena jalur yang resmi adalah jalur dadapan. Jam 12 siang lebih sedikit kami sudah sampai sampai dibasecamp, setelah sedikit beristirahat kami packing lagi untuk naik (akan selalu ada akal bulus dalam packing terakhir seperti ini). Setelah packing selesai ternyata Linda pesan makanan dan mari makan dulu, menu makan siang kali ini adalah nasi jagung, ikan asin, sambal kering, dan sayur. Nyam nyam nyam, Selamat makan…

Perjalanan dimulai kembali

img_8887
Saat kami lewat warga sedang bergotongroyong mempersiapkan ulangtahun jalur pendakian dan tahun baru

img_8895

Setelah selesai makan dan sudah lumayan turun kami mulai tracking dan beruntungnya kami saat akan memulai traking diajak bareng oleh Mas Slamet yang akan pergi ke bumi perkemahan untuk mempersiapkan acara ulang tahun jalur pendakian via dadapan sekaligus tahun baru. Tetapi selepas dari bumi perkemahan kami berjalan berdua karena sudah berpisah dengan Mas Slamet. Jalan menuju pos 1 lumayan berat karena tanjakan trus tetapi ada sedikit bonus, serta jalannya licin semangat,,,. Kami sedikit terkejut ketika sampai di pos 1, karena Mas Slamet sudah berada disana (lewat mana ini masnya kok udah sampai disini? Maklum lah akamsi 😀 ). Setelah beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2, saya bilang Mas Slamet “sampai jumpa di pos 2 mas”. Jalan menuju pos 2 hampir sama dengan pos 1 masih didominasi oleh tajakan, tetapi di perjalanan menuju pos 2 kami menemukan sumber air.  Ditengah perjalanan menuju pos 2 kami bertemu kembali dengan Mas Slamet yang sedang beristirahat dan mengobrol dengan bapak-bapak yang sedang berladang. Dari sini kami jalan bertiga menuju sampai Puncak Bonang . Ternyata pos 2 adalah percabangan, kalau ke kiri kita menuju Puncak Bonang dan kalau ke kanan kita menuju ke puncak Sigandul, tetapu kata Mas Slamet “kita menuju Puncak Bonang dulu saja, lumayan kan satu gunung dapat dua pucak”.  Setelah sampai di puncak Bonang, waowaww ada signallll, “kalau mau update status di puncak saja mas di atas juga ada signal” kata Mas Slamet. berhubung kabut mulai turun serta membawa air makan kami sedikit di paksa untuk melanjutkan perjalanan kami, tetapi kami di sini berpisah lagi dengan Mas Slamet, kami menuju Puncak Sigandul dan Mas Slamet kembali puang ke basecamp, hati-hati dan terimakasih mas sudah di temani sampai disini dan sampai bertemu lagi dibasecamp.

_ag77687
Percabangan, kanan ke Puncak Sigandul dan kiri ke Puncak Bonang
img_8940
narsis dulu 😀

_ag77696Perjalanan menuju pos 3 ternyata membutuhkan sedikit tambahan energi karena tanjakannya yang lumayan waow tetapi jangan takut ada juga beberapa bonus track dan bonus pemandangan yang akan sedikit menyegarkan mata kita. Dan sampailah kita di pos 3 yang merupakan pos terakhir sebelum puncak dan katanya ini merupakan jalan terberat jika dibandingkan dari pos-pos sebelumnya, ternyata memang benar ini merupakan jalan terberat terbukti beberapa kali Linda meminta untuk break.

img_8958
S>E>M>A>N>G>A>T
img_8963
Kabut dan angin yang lumayan kencang mulai menemani perjaanan kami
img_8974
Ilalangnya berwarna-warni 😀

Sampailah kita di puncak (alhamdulilah) yang tidak ada tulisan puncaknya tetapi ada patoknya (mungkin ada yang iseng). Dari puncak kami berjalan lagi untuk mencari spot yang asik untuk mendirikan tenda, setelah berjalan sekitar 10 menit kami menemukan lahan datar dan sepertinya asik maka kami berencana mendirikan tenda disini. kami lalu mengeluarkan tenda dan mulai mendirikannya ditemani oleh angin yang lumayan kencang, tetapi karena kurang yakin dengan lokasi ini kami pindah lokasi. Dan bahagianya ketika kami pindah lokasi pasak yang kami bawa menghilang dan yang tersisa hanya satu saja pasak, waow pada menghilang kemana itu pasak?. Badan sudah lelah dan rasa-rasa yang lain juga sudah bercampur menjadi satu, maka kami memilih lokasi ke 3 untuk mendirikan tenda yaitu di puncak yang tidak ada tulisannya tadi karena angin disana lebih bersahabat. Di perjalanan menuju puncak tanpa tulisan saya mencoba mencari banbu yang banyak kami temui di perjalanan yang nantinya akan saya jadikan sebagai pasak pengganti, alhamdulilah Tuhan selalu baik dengan kita. Setelah tenda bisa berdiri dengan sempurna, kami masih juga khawatir dengan kekuatan pasak yang saya buat tadi, apakah kuat atau tidak karena angin semakin malam semakin kencang saja, tetapi berperasangka baik saja dan berdoa semoga pagi segera datang. Selamat tidur,,,

img_8986
Pasak dadakan yang kami buat untuk menggantikan pasak yang hilang 🙂
_ag77729
Pada akhirnya si kuning berdiri juga 😀

 “terimakasih tuhan atas pelajarannya kali ini, ternyata tidak hanya fisik dan perlengkapan yang di butuhkan untuk naik gunung tetapi butuh banyak lagi yang harus di persiapkan”

_ag77901-hdr-2-edit
Akhirnya pagi datang juga

_ag77856Setelah melewati malam yang lumayan seram karena angin kencang yang membuat tenda kami berbunyi huwug huwuh huwug, akhirnya pagi datang juga dengan keindahan dan kehangatannya (walaupun ada beberapa awan yang menutupi) terimakasih Tuhan. Hebatnya lagi, pagi ini bias videocall dan dengan signal yang baik (diatas gunung seperti ini bisa videocall, itu sesuatu sekali untuk saya). Dari puncak Sigandul kami bisa melihat beberapa gunung mulai Sumbing, Sindoro, Merapi, Merbabu, Andong, Ungaran, Telomoyo dan Prau, banyak sekali gunung-gunung yang kami lihat dari ketinggian 2005 mdpl ini. Setelah cukup mengabadikan keindahan pagi, mungkin sudah saatnya memasak karena perut kami sudah mulai berbunyi. Menu pagi ini adalah sayur sop, susu dan energen, selamat masak dan selamat makan.

img_9010
menulis, memasak, menulis, memasak

Jam 9 pagi kami sudah selesai makan sudah packing untuk turun dan pulang kembali ke rumah. Overall gunung Gunung Stlerep ini mirip dengan Gunung Andong, walaupun tidak terlalu tinggi tetapi Gunung Stlerep ini indah mulai dari view perjalanan dan view di puncaknya, selain itu jalur menuju puncak juga terlihat dengan jelas, banyak juga petunjuk arah menuju puncak. Gunung ini juga masih sepi (mungkin sebentar lagi tidak) dan saat kami bermalam hanya tenda kami saja, sebenarnya serem juga tetapi disisi lain saya juga juga kangen saat naik gunung sepi seperti ini, jadi jika kalian ingin mendaki jangan lupa tangan, perbuatan selalu dijaga serta sampahnya dibawa turun.

_ag77956
Terimakasih Sigandul, saatnya untuk kembali ke tujuan pendakian yang sebenarnya yaitu rumah 😀

“yang harus dinikmati itu proses perjalannya dan kemungkinan kejutan-kejutan yang akan muncul dalam perjalanan” seperti kata Rangga

read: Pagi saat packing, saya menemukan pasak kami berada didalam tas, kami sempat bingung kenapa pasak itu bisa berada disitu padahal kami semalam sudah mencari beberapa kali didalam tas. Mungkin kami sudah lelah, kurang fokus dan kurang bisa berfikir dengan jernih atau mungkin Tuhan menyuruh kami belajar lagi, entahlah, yang jelas ambil saja hikmahnya.

Enjoy your trip

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Gunung Stlerep, Keindahan di Ketinggian 2005 Mdpl

  1. Gung….wkkwkw typo kawit mbiyen ra tau dibeneri…wkwkkw
    Bar nulis, diwoco maneh sedurung diposting… Ben iso kewoco ndi sing salah. Nek gak, yo prentah koncomu kon moco sedurung diposting…ben ketok nang ndi salahe…whahwha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s