Sepedaan Mencari Tahu Jejak-Jejak Keraton Pleret (1)

img_7422Cuaca siang ini masih seperti biasa menung dan terkadang hujan turun, mungkin sebelum hujan sepedaan seru juga, cuaca juga sedang mendukung karena tidak terlalu terik siang menjelang sore ini. Tujuan sepedaan siang menjelang sore kali ini adalah meneruskan perjalanan mencari tahu jejak-jejak Keraton Pleret.

img_7384Perjalanan ini saya mulai dari mengunjungi Museum Pleret karena kemarin (beberapa bulan yang lalu) saya sudah mengunjungi Antaka Pura yang yang berada di Gunung Kelir, Antaka Pura merupakan makam dari Ratu Malang. Museum Sejarah Purbakala Pleret berada di Dusun Kedaton, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Tidak lama saya mengayuh sepeda, saya sudah sampai museum mungkin karena jarak rumah saya tidak terlalu jauh dari museum.

img_7401

_dsc0084

img_7389Sebenarnya saat saya sampai museum, museum sudah hampir tutup karena jam tangan saya sudah menunjukan pukul 3.40. Masuklah saya ke dalam museum bersama mas guide yang berasal dari Magelang (lupa naman masya). Sambil jalan dan mendengar mas nya bercerita ternyata museum ini menyimpan benda-benda yang terkait dengan berbagai peristiwa sejarah yang pernah ada di Bantul tetapi paling banyak adalah dari Pleret, karena Pleret merupakan salah satu daerah di Bantul yang mempunyai cerita sejarah yang panjang karena pernah menjadi tempat berdirinya Keraton Kerto dan Keraton Pleret, tetapi keberadaan keraton tersebut kini sudah tidak dapat dilihat lagi, namun sebagian sisa bangunan masih terpendam di dalam tanah. Mungkin sudah tidak bisa terlihat lagi karena beberapa factor salah satunya adalah, pemberontakan Trunojoyo, pembuatan pabrik gula di pleret yang menggunakan bata kraton dan maraknnya penjualan semen merah kala itu. Koleksi Museum Sejarah Purbakala Pleret adalah umpak, berbagai jenis arca, guci, meriam, uang logam, dll

img_7414Salah satu lokasi di Museum Purbakala Pleret yang menarik perhatian adalah Sumur Gemuling. Sumur yang katanya saat musim kemarau tidak pernah kering berada di bawah cungkup di halaman Museum Purbakala Pleret, konon katanya di sini adalah bekas tamansari yang di buat atas perintah Nyai Roro Kidul, ada juga yang mengatakan apabila kita menggunakan air sumur gemuling untuk yang belum punya jodoh akan bisa cepat dapat jodoh.

img_7381
Keadaan Galian sekarang yang tidak terawat
_dsc0121
keadaan galian beberapa tahun lalu yan masih terawat

Setelah selesai di Museum Purbakala Pleret saja melanjutkan mengayuh sepeda lagi kearah selatan karena tidak jauh dari Museum Purbakala Pleret ada galian benteng Keraton Pleret. Betapa terkejutnya saya ketika melihat keadaannya sekarang dengan saat pertama kali saya sampai sini dulu, bertambah miris sekali keadaannya sekarang. Mungkin masyarakat sekitar belum sadar tentang pentingnya situs sejarah seperti ini, mungkin juga harus ada penjelasan atau penyuluhan tentang arti pentingnya situs bersejarah dari dinas terkait .

Karena hujan sudah mulai turun (agak malas saja kalau sepedaan hujan-hujan) hari ini saya cukupkan menjelajah Pleret sampi sini saja, mungkin ke Masjid Kauman dan Situs Kerto lain kali saja

enjoy your trip 😀

Travel note :

  • Tidak ada tiket masuk kerena “masih” gratis

  • Jadwal buka museum :

           Senin-Kamis 08.00-16.00 WIB

           Jumat 08.00-14-30 WIB

           Sabtu-Minggu 08.00-16.00 WIB

Advertisements

2 thoughts on “Sepedaan Mencari Tahu Jejak-Jejak Keraton Pleret (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s