Menikmati Pagi di Watu Lawang

img_8098Sampai pagi menjelang subuh ternyata mata ini enggan untuk terpejam, entah kenapa, mungkin karena kangen dengan kamu? #eaa. Sejenak terfikir untuk mencoba tidur lagi tetapi sayang juga kalau tidur karena sudah jam segini dan mungkin jika tidur nanti bangunnya siang, lebih baik jalan-jalan saja melihat kabut (semoga ada kabutnya) di Mangunan.

img_8133
foto setelah pulang dari Watu Lawang

Setelah niat saya sudah bulat untuk menikmati pagi di Mangunan (semoga saja ada kabutnya :D), saya lalu mempersiapkan kamera, handphone pintar tak lupa travel note baru saya (siapa tau disana ada mood untuk belajar menulis 🙂 ). Setelah semuanya siap berangkatlah saya, ngenggggg….. Pagi ini Jl. Pleret masih sepi dengan kendaraan tetapi ramai oleh air hujan (walaupun tidak keroyokan), sampai di Jl. Imogiri Timut si air masih menemani perjalanan saya walaupun sekarang sedikit kroyokan tetapi ketika sampai Imogiri hujan meninggalkan saya. Setelah Jalan Imogiri jalan mulai berubah dari yang tadinya lurus menjadi berkelok-kelok serta naik turun dan tetap saja masih gelap. Sampai diperempatan sebelum pertigaan arah Pinus dan Mangunan ada plang Watu Lawang, saya memilih belok kanan untuk menuju lokasi Watu Lawang (siapa tahu bagus dan tidak terlalu rame). Syukurlah mudah sekali akses menuju lokasi, karena banyak sekali papan penunjuk arah yang mengarahkan saya menuju lokasi, walaupun ada beberapa meter yang jalannya masih jos :D.

img_8127

img_8131Ternyata saya adalah pengunjung pertama hari ini karena di parkiran belelum ada kendaraan yang diparkirkan. Setelah parkir mau kemana? masih lumayan gelap, sepi dan agak serem sebenernya kalau jalan sendiri seperti ini :D. Menuruni anak tangga saja daripada bingung mau kemana (maklum beru pertama kali dan tidak ada yang bisa ditanya), setelah bebera ratus anak tangga akhirnya saya sampai ditempat yang lumayan lapang ada warungnya tetapi masih tutup, mungkin karena bukan akhir pekan atau mungkin masih pagi (entahlah), selain ada warung ada juga beberapa ayunan. Dari situ saya jalan lagi kedepan siapa tahu menemukan spot yang view nya luas dan tidak ada halangan pohon-pohon.

img_8117

Setelah jalan beberapa ratus meter dari warung yang masih tutup tadi dan melewati jembatan yang terbuat dari bambu yang agak licin (mungkin gara-gara hujan semalam) akhirnya saya sampai di ujung dan pemandangan disini sungguh indah, terimakasih Tuhan. Walaupun pagi ini saya tidak bisa menyaksikan sunraise karena kurang pagi saya sampai sini dan terhalang tebing juga, tetapi saya sudah bahagia dengan melihat kabut dan melihat Desa Kedungmiri dan sekitarnya dari atas. Mungkin dahulu disini adalah gunung purba seperti Ngelanggeran karena batu-bayunya mirip (halah sok tau) . Setelah memasang kamera untuk membuat timelaps, sambil menunggu timelaps saya selesai saya mencoba belajar menulis di travel note yang saya bawa tadi. Selamat pagi….img_8087

img_8091

Enjoy your trip 😀

Advertisements

2 thoughts on “Menikmati Pagi di Watu Lawang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s