Menikmati Pagi Ala Rangga dan Cinta di Gereja Ayam

_AG79668 (Copy)Sepas berbincang-bincang di Punthuk Setumbu membahas apa aja sekaligus beristirahat kami melanjutkan perjalanan ke Gereja Ayam. Sebenarnya ada beberapa cara untuk menuju Gereja ayam dan salah satunya adalah dengan berjalan kaki dari Putuk Setumbu.

IMG_1020 (Copy)Jalan menuju Gereja Ayam lumayan licin karena semalam diguyur hujan, jalannya juga cukup beragam ada belok kanan dan kiri, jalan turun naik serta beberapa jalan darat. Tapi jangan khawatir ada beberapa spot yang akan memanjakan mata kita dengan pemandangan yang lumayan memanjaklkan mata. Setela beberapa menit berlalu dan beberapa kali beristirahat akhirnya kami sampai di Gereja ayam.

_AG79669 (Copy)

Sesampainya disana agak terkejut dengan perkembangan yang terjadi setelah terakhir kali berlibur kesana, ternyata sekarang semakin tertata dan bersih. Untuk masuk dan melihat sunraise kita harus naik tangga (ini juga termasuk baru) dan membayar 10 rb per orang dan setelah antri beberapa menit kami akhirnya kami naik ke atas kepala ayam dengan tangga. di atas kami di beri waktu kurang lebih 10 menit untuk menikmati dan mengabadikan beberapa frame.

_AG79656 (Copy)

_AG79701 (Copy)

AKU_3381-Pano (Copy)
2014

Banyak yang menganggap bangunan ini adalah seekor ayam yang sedang duduk di tanah mungkin karena desain bangunannya mirip seekor ayam, padahal menurut cerita mas penjaga tiket, bangunan ini justru meniru bentuk seekor burung merpati. Banyak juga yang mengira bangunan ini adalah sebuah gereja, tetapi sebenarnya bangunan ini adalah rumah doa bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan.

Pembangunan “Gereja Ayam” sempat terabaikan dan menjadi kumuh karena pemilik bangunan, kehabisan dana untuk menyelesaikan bangunan ini pada tahun 2000. Sepertinya sekarang pembangunan rumah ibadah ini dimulai kembali, karena banyaknya pengunjung yang berdatangan. Semoga pembangunan rumah ibadah ini akan cepat selesai dan bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Sebenarnya ada yang masih menjadi pertanyaan, kenapa Rangga dan Cinta saat lari-larian dari Phuntuk Setumbu menuju gereja ayam begitu cepat dan tidak berkeringat apalagi capek? #entahlah

Ternyata Pagi memang pantas untuk di perjuankan

Setelah selesai di gereja ayam kami kembali ke Punthuk Setumbu dan akhirnya pullang menuju jogja.

Terima kasih ya Mi atas perjalanan dari Light of peace lalu melihat sunraise di Phuntuk Setumbu dan berakhir olahraga menuju Gereja yang sebenarnya bukan gereja ini, banyak sekali pelajaran yang kita dapat 2 hari ini.

“Kalau traveling, kita harus lebih spontan, lebih beranj mengambip resiko, siap dengan segala kemungkinan, yang harus dinikmati itu justru perjalanannya dan kenutan kenutan yang mungkin. Jadi yang penting itu the journey not the destination” rangga dan cinta

Enjoy your trip

Travel note

  • GpsΒ 7Β°36’20.21″S 110Β°10’49.93″E
  • Jalan akan licin jika malamnya di guyur dengan hujan
  • Siapkan tenaga untuk pulang ke putuk setumbu lagi
  • Boleh juga bawa air minum
  • Jangan lupa meikmati perjalanan
Advertisements

5 thoughts on “Menikmati Pagi Ala Rangga dan Cinta di Gereja Ayam

  1. Pingback: Light of Peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s