Light of Peace

_AG79494 (Copy)Adzan subuh kembali membangunkan ku dari tidur nyenyak malam ini. Entah kenapa pagi ini terasa berbeda, mungkin karena belum cukup tidur atau mungkin karena mau mengikuti perayaan waisak di Borobudur, atau entahlah….

_AG79314 (Copy)Setelah mengumpulkan nyawa, sambil packing lalu cuci muka saya berangkat menjemput Mia. Setelah itu kami menuju Kelenteng Liong Hok Bio di Magelang untuk mengikuti prosesi pindapata. Pindapata adalah menerima makanan atau uang dari umat untuk menyambung hidup, para Bhikkhu biasanya melakukan pindapata pada pagi hari sebelum melakukan aktivitas. Namun, pindapata yang mereka lakukan kali ini adalah rangkaian dari kegiatan upacara Waisak. Pindapata kali ini diikuti oleh kurang lebih 70 biksu. Rute pindapata kali ini sama seperti dengan pidapata tahun-tahun sebelumnya yaitu dari Klenteng Liong Hok Bio kemudian menelusuri jalan pemuda dan berakhir kembali di Klenteng Liong Hok Bio. Di sepanjang jalan para umat sudah menanti kedatangan  para biksu untuk memberikan darma. Setelah prosesi pindapat selesai kami menuju Candi Mendut untuk mengikuti prosesi selanjutnya.

IMG_0836 (Copy)Setelah sampai di Candi Mendut ternyata sudah banyak umat yang berdatangan. Langsung saja kami menuju tempat pengambilan ID dan setelah sampai disana sialnya tidak ada ID yang dibagikan kecuali untuk umat (dalam hati bersyukur karena waisak tahun ini tidak akan rusuh). Jadi kalau mau ikut masuk kami harus membeli tiket lampion yang harganya 100k. Um… Kami muter2 dulu ke candi mendut untuk menjernihkan pikiran mau beli tiket dan menyaksikan penerbangan 5000 lampion di Gunadharma area Candi Borobudur atau mau menyaksikan penerbangan lampion di luar kompleks area Candi Borobudur.

IMG_0870 (Copy)Dari sini dimulailah perjalanan ini diluar ekspektasi sebelumnya. Rencana awalnya ke Candi Mendut mengambil ID kemudian jalan mengikuti kirab lalu masuk ke Candi Borobudur tapi pada akhirnya Tuhan berkata lain, kami membeli tiket dan masuk ke Candi Borobudur. Tapi dibalik itu semua hikmahnya adalah kami tidak ikut jalan dari Mendut sampai Borobudur. Setelah tiket di tangan kami beranjak menuju Manohara Hotel dan menunggu kirab di sana.

_AG79364 (Copy)Sesampainya di Manohara Hotel kami langsung masuk ke area Candi Borobudur,  saat menunggu kirab tiba kami beristirahat dan mengumpulkan tenaga karena prosesi waisak masih panjang (kapan lagi bisa berbaring beralaskan rumput hijau dan beratapkan langit biru tanpa larangan dari pihak hotel). Setelah beberapa jam beristirahat akhirnya rombongan datang dan kami pun mulai berjalan mengikuti  iring-iringan waisak sampai menuju altar utama di Candi Borobudur. Setelah sampai di altar utama para Bhikkhu dan umat mulai berdoa sedangkan kami berdiam dan menyaksikan dari belakang.

_AG79371 (Copy)

IMG_0932 (Copy)Setelah selesai berdoa para biksu dan umat kembali lagi ke tenda masing-masing untuk beristirahat ataupun berdoa sedangkan kami kembali turun untuk makan sambil menunggu pelepasan 5000 lampion.

_AG79408 (Copy)Jam menunjukkan pukul 9 malam, acara pun kembali dilanjutkan. Acara utama berada di zona 1 (plataran Candi Borobudur). Tetapi kali ini tidak akan mengikuti acara utama tetapi kami akan mengikuti acara Light of Peace, pintu masuk pun dibuka setelah hujan deras yang mengguyur area kompleks Borobudur. Setelah masuk dan duduk diantara lilin-lilin, sambil menunggu acara dimulai ada beberapa kata-kata MC yang menarik “maaf air yang ada dililin bukan dari air hujan jangan dibuang dan itu juga bukan untuk cuci kaki”, “malam ini kalian akan menerbangkan lampion bersama Bapak Jusuf Kalla dan Bapak Ganjar, keren kan” (daripada menerbangkan lampion sendirian menurutku akan lebih romantis menerbangkan lampion bersama kamu, iya kamu).

IMG_0968 (Copy)Acara dimulai setelah rombongan tamu VVIP datang. Mungkin karena banyaknya runtutan acara atau mungkin sudah capek alhasil tidak begitu memperhatikan jalannya acara tetapi kembali fokus lagi ketika dimulai berdoa dan meditasi. Nah saat meditasi ini yang paling keren entah gara-gara suasananya, atau gara-gara suara mbak translatornya yang teduh entahlah. Setelah proses meditasi selesai dilanjutkan menyalakan lilin dan menerbangkan lampion.

_AG79422 (Copy)

_AG79476 (Copy)
Setelah lampion dibagikan oleh panitia kami mulai menerbangkan lampion. Karena ukuran lampionnya besar jadi tidak bisa hanya diterbangkan berdua apalagi seorang diri jadi harus  bersama teman disamping kanan dan kiri kita. Setelah menulis wish dikertas yang diberikan oleh panitia tadi lalu ditempelkan ke lampion kemudian lampion itu diterbangkan dan semoga harapan itu akan terkabul.

_AG79492 (Copy)Penerbangan lampion adalah upacara tradisional yang melambangkan perdamaian dunia. Karena sebelum melepaskan lampion kami akan bermeditasi untuk menjernihkan pikiran dan menemukan kedamaian dalam diri terlebih dahulu.

Pada saat yang sama semua orang dapat mendoakan kesehatan, kebahagiaan, keamanan, dan kesejahteraan untuk keluarga dan kebaikan untuk semua. Hal ini di lakukan dengan dengan cara menuliskan doa pafa secarik kertas yang akan ditempelkan pada lampion sebelum di terbangkan. Kemudian siring lampion naik, semua harapan dan keinginan kita ikut terbang menuju kegelapan malam, ibarat cahaya api yang sangat terang dinyalakan untuk membersihkan kotoran batin (keserakanan, kebencian dan kegelapan batin) dalam diri kita.

Dengan cahaya kebijaksanaan, maka kita dapat melihat dengan jelas apa yang tidak dapat kita lihat sebelumnya, kita percaya bahwa kita juga sedang melepaskan kemalangan, kesakitan dan kesedihan yang ada dalam hidup kita. Dengan keyakinan bahwa ketika semua orang di dunia ini memiliki kebahagiaan dalam dirinya masing masing, maka dunia ini pun menjadi damai dengan sendirinya, mari bersama kita ubah dunia ini dnegan menyalakan kedamaian dalam diri kita masing -masing

Setelah lampion terakhir diterbangkan maka selesailah runtutan acara Light of Peace. Tapi rencana kami tidak sampai sini saja, kami akan mengikuti prosesi selanjutnya yaitu Pradaksina dan yang lainnya.

Setelah beberapa jam menunggu akhirnya waktunya pun tiba, tapi sialnya setelah sampai gerbang kami tidak diizinkan masuk oleh bapak satpam alasannya kami muslim (apa mungkin karena mia berjilbab? atau? entahlah). Tapi ya sudahlah kami juga tidak terlalu ngotot untuk masuk. Mungkin belum saatnya kami masuk.

Tapi perjalanan waisak kali ini begitu berbeda dengan waisak-waisak sebelumnya. Waisak tahun ini serasa lebih damai dari waisak-waisak sebelumnya. Mungkin karena  dari segi niat, waisak tahun-tahun sebelumnya adalah untuk motret namun waisak kali ini sebenarnya juga untuk memotret juga tetapi ada perasaan yang berbeda setelah selesai, rasa lelah pun serasa hilang dan timbullah perasaan damai dalam batin. Mungkin karena waisak kali ini kami lebih menikmati prosesi waisak dan ngemong daripada lari-lari berburu foto. menyenangkan sekali waisak tahun ini damai dapat foto juga dapat :).

Happy Vesak Day…. sabbe satta bhavantu sukhitatta…

Perjalanan ini belum berakhir dan masih akan berlanjut mencari matahari terbit di Gereja Ayam

Enjoy your trip

Travel note:

– siapkan fisik yang prima untuk mengikuti perayaan waisak karena prosesinya sangat panjang

– jaga sikap, ucapan, dan tinglah laku karena ini adalah ibadah bukan ajang untuk berfoto ria.

– pakailah pakain yang pantas dan sopan

– biasanya harapan dan realita akan berbeda jadi nikmatilah

-nikmatilah perjalanan, walaupun tidak sesuai rencana 😀

 

Advertisements

3 thoughts on “Light of Peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s