Bubur Lodeh, Tradisi Berbuka Puasa di Masjid Sabiilurrosyaad

_AG71924 (Copy)Setiap daerah memiliki tradisi berbuka puasa yang berbeda-beda. Di Yogyakarta ada sebuah tradisi buka puasa unik yang sudah ada sejak zaman Wali Songo. Setiap  sore hari, warga di Kauman Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, berbuka puasa bersama dengan bubur lodeh peninggalan para wali di Masjid Sabiilurrosyaad.

Masjid ini dibangun oleh Panembahan Bodho, murid Sunan Kalijaga pada abad ke-15. beliau adalah ulama besar yang diutus oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan agama Islam ke Bantul. Beliau kemudian menyatukan agama Islam dengan budaya Jawa agar mudah diterima warga, salah satunya dengan mengadakan buka puasa bersama dengan bubur lodeh.

_AG71881 (Copy)Zurkoni, Wardani, Jamhani dan Hassanudin merupakan juru masak yang selalu menyiapkan bubur beserta uborampe untuk berbuka puasa. Mereka mulai memasak sekitar jam 2 siang. Setiap hari mereka memasak kurang lebih 3 kg nasi untuk di jadikan bubur tetapi untuk hari jumat mereka di bantu dengan warga memasak kurang lebih 10kg karena khusus hari jumat warga akan berbuka di masjid, jelas Wardani, “dulu penyajian bubur menggunakan cobek kaleh enten rujak kelapa muda tapi niku pas kulo cilik” tambahnya

_AG71931 (Copy)Saat bubur telah masak, beberapa rantang nasi, piring dan beberapa warga sudah mengantri untuk meminta bubur, ternyata bubur lodeh tidak hanya untuk jamaah masjid saja tetapi warga sekitar dan pelancong seperti saya juga dipersilahkan meminta, tetapi memakannya tetap harus nanti setelah berbuka.

Secangkir teh hangat dan sepiring bubur lodeh siap dibagikan,

_AG71945 (Copy)

_AG71996 (Copy)Selamat berbuka dan selamat makan

_AG71979 (Copy)Ternyata tidak hanya sekedar untuk berbuka puasa, ada empat filosofi dan pesan yang hendak disampaikan para wali melalui tradisi menyantap bubur lodeh ini:
1. Bubur berasal dari kata bibirin yakni bahwa masjid harus menjadi sumber dan pusat kebaikan dan hal yang bagus bagi umat.
2. Beber, artinya membeberkan, menjelaskan, menerangkan ajaran (islam) yang waktu itu di sampaikan oleh Kanjeng Panembahan Bodho pada masyarakat.  Hal ini dapat di pahami bahwa pada zaman dahulu makanan merupakan salah satu sarana dakwah.

3.Babar, meratakan ajaran islam ke seluruh lapisan masyarakat , yakni ajaran agama Islam itu juga harus babar bisa berlaku untuk semua kalangan tua, muda, besar, kecil.
4. Bubur artinya menyatu, harapanya di masjid ini ajaran agama Islam bisa menyatu dengan masyarakat atau umatnya.

Enjoy Your Trip

Advertisements

One thought on “Bubur Lodeh, Tradisi Berbuka Puasa di Masjid Sabiilurrosyaad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s