Bukan Rumah Jagal Biasa

_AG78055 (Copy)

Sebagian orang mungkin ular kobra adalah hewan yang mengerikan. Tapi tidak bagi Nur Santoso, hampir bertahun-tahun Nur bergelut dengan ular mematikan itu, karena hewan melata itu merupakan sumber mata pencahariannya demi mencukupi kehidupan keluarganya. Nur Santoso adalah generasi kedua jagal cobra. Ayahnya, Pak Seger memulai usaha yang jarang digeluti orang ini sejak 1985. Pak Seger sebelumnya berprofesi sebagai pembuat hewan awetan khususnya musang dan ular. Karena permintaan ular untuk konsumsi terus meningkat, Pak Seger akhirnya mengkhususkan diri sebagai pensuplai ular. Dalam perkembangannya, cobra menjadi primadona dan akhirnya Pak Seger lebih banyak melayani penjagalan kobra.

Di masa jayanya, dalam sehari Pak Seger dan anak-anaknya bisa menjagal sekitar 1000 ekor cobra. Kiriman binatang ini datang dari kawasan Jawa Tengah,  seperti Kebuman, hingga sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Perburuan besar-besaran di masa itu nampaknya membuat populasi kobra menurun drastis. “Sekarang paling banyak menyembelih 200 sampai 300 ekor, itu pun tidak setiap hari,” ujar Pak Seger

 

Hanya kepala kobra saja yang dibuang, sementara seluruh bagian yang lain laku dijual. Setelah kepala cobra dipotong, dagingnya dibersihkan untuk di jual ke restoran yang menjadi langganannya bahkan banyak juga langganan Nur Santoso datang kerumah untuk sekedar membeli daging kobra. Sementara kulit kobra secara khusus dijual ke pengepul  dan nantinya akan menjadi bahan baku aneka kerajinan. Empedu cobra memiliki pasar tersendiri, terutama bagi mereka yang meyakini khasiatnya sebagai penambah kebugaran. Di tempat-tempat lain, darah cobra juga dikonsumsi layaknya jamu karena dianggap mampu meningkatkan vitalitas dan kesehatan.

_AG78788 (Copy)_AG79005 (Copy)_AG78338 (Copy)_AG78864 (Copy)_AG79137 (Copy)_AG79046 (Copy)

 

Walaupun sudah ahli menjagal cobra Nur Santoso pun tak luput dari gigitan cobra. Sudah belasan kali dia digigit, kadang parah kadang tak seberapa. “Prinsipnya setelah kena gigitan maka luka harus ditekan agar darah keluar sebanyak-banyaknya berikut bisa yang masuk bersama gigitan ular. Setelah itu, dibasuh dengan air hangat dicampur garam dapur. Jika dianggap perlu, harus segera ke rumah sakit terutama jika sudah muncul tanda-tanda racun telah menyebar kemana-mana. Menjadi tukang jagal ular kobra tidak cukup bermodal keberanian dan kenekatan” ujarnya. Profesi ini membutuhkan kecermatan dan ketelitian dalam menaklukkan ular-ular yang terkenal ganas dan mematikan

Enjoy Your Trip 😀

 

Advertisements

2 thoughts on “Bukan Rumah Jagal Biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s