Sejenak Mengikuti Perayaan Waisak 2558 BE

_AG77521 (Copy)

Tahun ini aku mengikuti prosesi Waisak bareng Kik, Kami  janjian bertemu jam enam pagi di kos Kiki dan langsung berangkat ke Kelenteng Liong Hok Bio Magelang untuk mengikuti ritual pindapata. Pindapata adalah menerima makanan atau uang dari umat untuk menyambung hidup, para Bhikkhu biasanya melakukan pindapata pada pagi hari sebelum melakukan aktivitas. Namun, pindapata yang mereka lakukan kali ini adalah rangkaian dari kegiatan upacara Waisak. Kami sampai di Kelenteng Liong Hok Bio sekitar jam tujuh dan disana sudah banyak orang yang menenteng kamera. Pindapata dimulai dari Klenteng Liong Hok Bio menelusuri jalan Pemuda kemudian kembali ke Klenteng Liong Hok Bio lagi. Saat para Bhante dan Bhikkhu menyusuri pertokoan disepanjang Jalan Pemuda, umat budha mulai dari orang tua, anak muda bahkan anak kecil setia menunggu para Bhante dan Bhikkhu lewat untuk memberi sumbangan berupa uang atau makanan. Umat memasukan makanan atau uang ke dalam mangkuk berukuran besar yang dibawa Bhante dan Bhikkhu.

_AG77119_AG77164 (Copy)_AG77127 (Copy)_AG77228 (Copy)_AG77197 (Copy)_AG77251 (Copy)
Setelah selesai mengikuti ritual pindapata kami harus bergegas menuju sekretariat untuk mengurus id card yang digunakan untuk masuk ke area Candi Borobudur. Mungkin kita kurang beruntung karena pengurusan id sudah pindah ke Candi Mendut, ternyata setelah kita sampai Candi mendut belum bisa langsung mengurus id card karena belum buka,  ya sudah kita isi dulu perut dulu sekalian memarkirkan motor di Candi Borobudur dan kemudian jalan kaki menuju Candi Mendut. Sesampainya di Candi Mendut tempat pengambilan id sudah di buka tapi antriannya sudah berjibun dengan orang yang mau mengambil id. Umat Budha juga sudah berkumpul di Candi Mendut untuk melakukan doa. Jarum jam menununjukan pukul dua sore prosesi memindahkan dan mengarak air suci, api suci dan rupang Budha ke Candi Borobudur akan di mulai.Di sepanjang jalan Bhante menyipratkan air, membagi air dan menaburkan bunga tujuannya adalah berbagi berkah (tetapi sebenarnya seger juga sih jika kecipratan air).

_AG77266 (Copy)_AG77282 (Copy)_AG77301 (Copy)_AG77339 (Copy)_AG77430 (Copy)_AG77483 (Copy)

Matahari pun sudah kembali ke peraduan dari jauh terdengar suara “tolong kosongkan kawasan candi, selain petugas dilarang berada dikawasan candi” kami pun mengikuti perintah panitia untuk turun meninggalkan candi. Di perjalanan hujan turun (katanya kalau hujan saat waisak berkahnya banyak). Karena hujan kami berteduh di tenda polisi. Selama menunggu banyak juga kegiatan yang kami lakulan misalnya, tidur, memotret, mengisi batrai, makan popmi, minum kopi  dan lain-lain.

Arloji sudah menunjukan pukul sebelas lebih tiga puluh menit hujan juga sudah berhenti, kami beranjak meninggalkan tenda polisi untuk kembali ke area Candi Borobudur, ternyata di pintu masuk  antriannya sudah berjibun, setelah berdiri lumayan lama dan berdesak-desakan akhirnya bisa masuk juga ke area Candi Borobudur. Kami pun mencari tempat yang setrategis agar tidak mengganggu umat Budha beribadah. Tempat sudah ketemu dan aku kembali melanjutkan mimpi yang tadi tertunda. Tiba-tiba di bangunin ternyata Bhante, Bhikkhu dan umat sudah mau melakukan pradaksina (pradaksina adalah mengelilingi candi sebanyak 3 putaran sambil membaca doa). Selesai  pradhaksina, akhirnya penutupan perayaan Waisak, yaitu penerbangan lampion. Diawali dengan penerbangan lampion oleh para biksu diatas panggung utama, dilanjutkan oleh seluruh umat yang turut serta. Pemandangan luar biasa indah, dan inilah moment yang sangat di nanti oleh ribuan pengunjung dan umat yang datang malam ini. Lampion-lampion yang terbang ini membawa serta doa dan harapan setiap orang yang ikut menerbangkannya, dan kami pun menjadi bagian dari ribuan orang yang melakukannya.

_AG77629 (Copy)_AG77564 (Copy)_AG77627 (Copy)_AG77649 (Copy)_AG77719 (Copy)_AG77746 (Copy)

Setelah pelepasan lampion selesai udara dingin mulai menyerang, kantuk pun juga tidak mau ketinggalan, rasa pegal di pinggang dan kaki juga sudah mulai terasa mungkin ini saatnya untuk kembali kerumah dan mengistirahatkan badan, otak dan jiwa. Selamat Pagi…

Happy Vesak Day…. sabbe satta bhavantu sukhitatta…

Enjoy Your Trip ^_^

Nb:

  1. Jika hendah mengikuti prosesi dari awal alangkah baiknya jika fisik kalian fit
  2. jaga tingkat laku, ucapan, dan jangan sampai mengganggu umat yang sedang beribadah
  3. tidak ada salahnya membawa minuman dan camilan tapi JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!

 

Advertisements

2 thoughts on “Sejenak Mengikuti Perayaan Waisak 2558 BE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s