Sepedaan ke Antaka kadi Pura

_DSC0239 (Copy)

Galau melanda kembali ni 😦 , sepedaan sekitar rumah saja ah siapa tahu galaunya hilang :), sepedaan kali ini tujuannya adalah ke Antaka Pura (Istana Kematian) yang terletak di bukit Gunung Sentono, Desa Gunung Kelir, Pleret, Bantul (koordinat S 07°52’13,0″ E110°24’37,5″).  Jaraknya kurang lebih 1 km dari rumahku. Perjalan pun dimulai, tak terasa baru 3 coldplai bernyanyi aku sudah sampai di Gunung Kelir, sekarang lanjut mencari juru kunci Istana Kematian, setelah bertanya-tanya ke penduduk sekitar sampailah ke tempat juru kunci Antaka kadi Pura yang bernama bapak Slamet atau Suraksa Sumarno (nama pemberian kraton). Setelah bertemu bapak slamet langsung mengajak saya naik ke Antaka Pura (mungkin sudah kebiasaan nganter ya, kok langsung tau tujuan saya mau ke situ :D) , perjalanan menuku puncak kurang lebih 5-10 menit dari rumah pak Slamet. 

_AAA0755 (Copy)

Suasana di Antaka Pura sunyi, sejuk (karena banyak pohon-pohon besar)  dan tak ketinggalan suasanya wingitnya , sambil istirahat Pak Slamet menjelaskan tentang Antaka Pura dan berikut adalah penjelasaannya “Makam Ratu Mas Malang dibangun pada tahun 1665 dan selesai pada tanggal 11 Juni 1668 dengan menggunakan bahan bangunan berupa batu putih untuk dinding dan tembok keliling serta batu andesit untuk nisan. Komplek Makam Ratu Mas Malang terletak dipuncak sebuah bukit yaitu Gunung Sentono dengan ketinggian 99 mdpl. Ratu Mas Malang merupakan istri dari Dalang Panjang Mas atau Anjang Mas, seorang dalang keraton yang hidup sejak masa Panembahan Sedo Krapyak. Amangkurat I terpikat oleh Ratu Mas Malang dan meminta Dalang Panjang Mas untuk menyerahkan istrinya, permintaan tersebut ditolak sehingga Dalang Panjang Mas dibunuh dan jasatnya dimakamkan di Gunung Sentono. Ratu Mas Malang kemudian menjadi selir Amangkurat I, namun karena sayangnya maka kemudian Ratu Mas Malang diangkat menjadi Permaisuri. Ratu Mas Malang meninggal pada tahun 1665 yang diduga karena diracun oleh orang-orang disekitarnya.Rupanya rasa cinta Amangkurat I memang tak ternilai kepada Ratu mas Malang. Ketika Ratu Mas Malang meninggal, Amangkurat I tidak segera menguburkan jenazahnya. Bahkan setiap malam, Sang Raja itu setia menunggui jasad kaku Ratu Mas Malang. Amangkurat I rela tidur bersanding mayat istrinya. Nah, dalam tidurnya itu bahwa Amangkurat I bermimpi bahwa Ratu Mas Malang telah berkumpul kembali dengan Ki Panjang Mas. Ketika keesokan harinya bangun, Sang Penguasa Mataram itu sadar dengan polah tingkahnya yang telah memisahkan Ratu Mas Malang dengan Ki Panjang Mas. Untuk itu, Amangkurat I memerintahkan supaya jisim istrinya itu dimakamkan di Gunung Kelir meski tidak berjajar dengan Ki Panjang Mas. Permukaan tembok makam  terdapat gambaran wayang  yang ber jajar,  saat aku tanya ke pak Slamet apakah gambar wayang  ini ada critanya apa ada hubungannya dengan isah ratu malang? beliau menjawabb “kurang begitu tau saya kalo wayang ini”. Disebelah timur juga terdapat sendang yang diberi nama “Sendang mulyo” yang dibangun diatas batu. Sendang ini tidak akan pernah kering walaupun musim kemarau. Konon sendang ini adalah tempat yang akan dijadikan peristirahatan terakhir Ratu Malang, namun karena setelah digali  keluar air, maka tempat pemakaman ratu malang dipindahkan ke tempat sebelah barat Sendang Mulyo.

_AAA0767 (Copy)

_DSC0269 (Copy)

 

Setelah itu aku turun dan kembali ke rumah pak Slamet untuk mengisi buku daftar pengunjung, saat aku tanya berapa bayar masuk dan bayar pemandunya pak Slamet berkata “seikhlasnya saja dek”, setelah berpamitan melanjutkan perjalanan. Karena sudah capek dan galau sudah hilang tujuan selanjutnya adalah rumah tercinta.

 

Enjoy Your Trip ^_^

 

Advertisements

2 thoughts on “Sepedaan ke Antaka kadi Pura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s