Lobang Sewu, Grand Canyon ala Wonosobo

image

Malam pun akhirnya berganti menjadi pagi dan burung-burung pun bernyanyi dengan gembira manyambut datangnya pagi, yang menandakan kita harus bangun dan bersemangat menjalani hari ini. Rasanya malas sekali beranjak dari peraduan karena udara yang lebih dingin dari biasanya dan setelah tersadar dari mimpi ternyata aku di rumah Uwik yang berada di Wonosobo, oh iya hari ini kita akan jalan ke Erorejo maka mulai bersiap-siaplah kami mulai dari mandi, sarapan, menunggu, dll.

image

Setelah semua siap berangkatlah kami, berhubung Rian dan Uwik sudah pernah kesana jadi Aku dan Handayani di belakang saja mengekor di belakang, sempat melihat di map juga jarak antara rumah Uwik dan Erorejo butuh 1jam 7 menit, itu belum termasuk trafic light, macet, dll. Ternyata kami butuh 90 menit – 120 menit perjalanan dikarenakan jalan yang seru (jalan berkelok-kelok dan naik turun).

Akhirnya sampai juga kami di tempat retribusi obyek wisata setelah membayar 4000 per orang kami melanjutkan kembali perjalann kami, tak lama kemudian kami sampai di tempat parkir yang masih sepi dan belum ada penjaganya. Apa mungkin kami yang kepagian ya? Tapi baguslah belum banyak orang yang datang… hehe

image

image

Setelah berjalan beberapa menit dari parkiran akhirnya kami sampai dan disambut oleh pemangdangan ngarai yang memukau, sayangnya pemandangan indah ini di rusak oleh coret-coretan di batu dan beberapa sampah yang di buang sembarangan oleh pengunjung “mbok kalau mau jalan-jalan jangan buang sampah sembarangan dan jangan merusak, kan kasihan keindahan ngarainya ternodai oleh kalian, di kaosnya sih ada tulisan my trip my adventure ataupun national geographic tapi kelakuannya… haduh haduh haduh. Semoga kalian cepet sadar ya.. amien”. Selain berfoto ria di sini kalian juga bisa menyewa kapal untuk berkeliling waduk ataupun bagi kalian yang suka memancing bisa juga membawa jorang dari rumah.

image

image

Akhirnya waktulah yang membuat kami harus meninggalkan lubang seribu ini, kami sempat mengobrol dengan masyarakat sekitar yang berjualan makanan dan minuman kebetulan kami membeli dawet ireng yang cukup menghilangkan dahaga kami. Dan ini hasil ngobrol kami dengan masyarakat sekitar:
1. -7.5819461,109.7938631,160
2. kenapa disebut Lobang Sewu? dulu kawasan waduk ini banyak sekali lobang yang hanya terlihat ketika air waduk surut. Lobang itu jumlahnya banyak sekali sehingga akhirnya disebut Lobang Sewu.
3. Sebenarnya ngarai ini hanya bisa dilihat ketika air Waduk Wadaslintang surut, biasanya itu terjadi kalau kemarau panjang, jadi tidak setiap tahun ada.

Sampai jumpa dicerita selanjutnya 🙂
Enjoy your trip dan tetap jaga sampah serta sikapmu 😉

Advertisements

2 thoughts on “Lobang Sewu, Grand Canyon ala Wonosobo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s