Curhatan Sepulang Dari Kebun Bunnga Puspa Patuk

image

Puspa Patuk merupakan salah satu lokasi yang hits banget di Yogyakarta dalam beberapa hari ini dan kebetulan  hari ini Sabtu, 28 November 2015 akhirnya bisa berkunjung kesini juga.

Akhirnya setelah sampai lokasi aku bisa bertemu dengan empunya kebun, beliau bernama Sukardi. Pak Sukardi mulai membudidayakan bunga brambang procot ini tahun 2006, dahulunya bunga brambang procot ini merupakan tanaman gulma di sekitaran Patuk, tetapi di mata Pak Sukardi bunga ini memiliki nilai lebih maka mulai saat itu beliau membudidayakannya. Dan pada 1 minggu kebelakan bunga brambang procot ini mulai mekar dengan indahnya di tanah seluas 2000 meter persegi miliknya. Sebenarnya  tujuan utama Sukardi adalah mengenalkan bunga ini ke pada khalayak luas bahwa di daerah Patuk ada bunga yang indah “jadi kita tidak harus bergi ke kebun bunga Keukenhof di Belanda tapi datang saja ke sini, Eropatuk(eropa bagian patuk)” celetuknya sambil tertawa. Bunga brambang procot tergolong bunga musiman, dia hanya 1 kali berbunga setiap tahun.
Ternyata kami mengobrol cukup lama dan tak disangka sudah banyak pengunjung yang berdatangan dan mereka langsung saja berfoto entah itu dengan kamera smartphone, dslr ataupun selfie cam. Tetapi yang disayangkan banyak dari mereka berfoto sekaligus menginjak-injak tanaman brambang procot, tak jarang juga mereka memetik bunganya.

image

image
Eaaaa
image
Mbak mbok kalo capek atau kalau mau motret jangan duduk diatas tanaman
image
duh... duh... duh...

Sebenarnya  1. sudah disediakan jalan setapak untuk mengelilingi kebun ini jadi kita tidak usah menginjak-injak tanaman, terus kalau mau foto bagus tinggal bermain dengan angel pengambilan fotonya saja, bisa kok dapat gambar bagus tampa menginjak-injak. 2. semisal kalian memetik bunganya hanya untuk di selipkan di kuping sebagai pengindah tampilan, woy kasihan yang datang setelah kalian, semisal per satu orang petik 1 lalu jika yang datang 1000? habislah sudah.  Mbok jangan egois lah, paling kalian menyimpan bunga itu maksimal hanya 1 jam setelah itu kalian buang , toh itu juga bukan milik kalian bunganya, kalau mengambil tanpa permisi itu namanya?. Pak Sukardi juga bercerita bahwa hari jumat kemarin kedatangan kurang lebih 1500 orang, “pantas saja kebunnya jadi seperti ini pak” celetuk saya.

Tetapi namanya juga orang Jogja apalagi masih di daerah yang lumayan pelosok rasa tidak enaknya sangat tinggi, di bagian informasi yang ada sepeakernya dan suaranya bisa di dengar oleh seisi kebun beliau berkata yang intinya “saya meminta maaf jika kebun kami tidak se indah seperti foto teman atau yang ada media sosial  dan kami minta maaf jika anda kecewa atau kurang puas” tuan rumahnya saja menghargai tamunya, masak kalian balas dengan menginjak-injak kebunnya? Mana empati kalian?. “tetapi mungkin juga pengelola tidak siap untuk menampung ledakan pengunjung yang begitu banyak, tapi dari awal kebun ini tujuannya bukan untuk wisata, tetapi apapun itu semoga tahun depan jika akan ada kebun seperti lagi pengelola  akan lebih siap dan semoga akan ada tulisan dilarang menginjak dan memetik bunga jika memetik atau menginjak kalian akan di denda atau jomblo seterusnya”

image

dan yang terakhir adalah kita yang belum siap mempunyai tempat bagus dan semacam ini, gak siap tahan-tahanan tidak selfie tanpa merusak, gak siap menyalahkan dan disalahkan, dan jika memonton tv mbok sambil belajar jangan cuma pakai selogan acaranya saja, semoga ini bisa jadi pembelajaran buat semua agar kedepannya lebih baik 🙂 .

Setelah panjang lebar ngobrol dengan Pak Sukardi akhirnya saya berpamitan lalu melanjutkan perjalanan mencari kitab suci… #eaaa
Nb: jika mau beli bibit bunga ini Pak Sukardi juga menyediakan harganya Rp.7000 (kalo gak salah denger), ya siapa tahu kalian berminat membuat kebun mirip seperti kepunyaan Pak Sukardi.

Enjoy your trip… 🙂 .

Advertisements

4 thoughts on “Curhatan Sepulang Dari Kebun Bunnga Puspa Patuk

  1. Lagi ramai nih di sosmed, kasian bunganya pada rusak gitu 😦
    Semoga kedepan bisa segera diperbaiki lagi dengan membuat peraturan yang tegas tentan lintasan ditaman yg boleh dilewat pengunjung, kalau di lihat di foto memang jalan untuk pengunjung nggak begitu kentara, mungkin bisa dibuat semacam pagar pendek (lebih pendek dari bunga) jadi pengunjung dilarang melewat pagar

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s